Terapi Baru RSCM untuk Diabetes

diabetes Terapi Baru RSCM untuk Diabetes
Terapi sel punca alias stem cell dapat segera dinikmati di Tanah Air dalam waktu dekat. Metode terbaru pengobatan diabetes itu akan segera diluncurkan oleh pemerintah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Diharapkan, pengembangan jenis pengobatan anyar ini dapat mengurangi potensi WNI yang berobat ke luar negeri.
    
Pakar diabetes dan penyakit kardiovaskular Universitas Indonesia (UI), Dante Saksono Harbuwono mengatakan, penderita diabetes pasti akan mengalami penurunan sel pankreas. Maka terapi stem cell dapat disuntikkan pada pankreas untuk mengembalikan kadar gula darah seperti orang normal. “Kini teknologi itu akan ada di Indonesia,” kata dia di Jakarta, Minggu (14/11).
    
Menurut Dante, ada beberapa penderita diabetes yang mengalami kegagalan fungsi pankreas. Untuk mengatasinya dibutuhkan penggunaan insulin. Zat itu berguna menggantikan fungsi pankreas karena sel-selnya tidak dapat beregenerasi. Dalam hal ini, Pankreas buatan akan berguna mengatasi keterbatasan regenerasi dengan menggunakan stem cell. “Unsur pengobatannya memberi solusi jangka panjang bagi penderita,” kata dia.

Teknologi stem cell mulai dikembangkan pada tahun 2007 dan terbukti dapat menyembuhkan diabetes. Pankreas dapat berfungsi kembali secara normal untuk menghasilkan insulin. Sel punca bagi para ahli didefinisikan sebagai sebuah sel tunggal yang bisa beraplikasi sendiri menjadi sel sejenis atau malah berdiferensiasi menjadi sel yang berbeda.

Di Indonesia,terapi ini baru bisa dilakukan oleh RS RSCM dan selama ini tidak dipublikasi ke masyarakat luas. Keputusan RSCM tidak memublikasikan ini karena demi menghormati kaidah ilmu. Selain itu, informasi terkait terapi ini juga belum memiliki statistik. “Harapannya beberapa bulan lagi atau awal tahun depan sudah di luncurkan,” kata Dante.

Menurut Dante, diabetes adalah gangguan yang bisa menimbulkan komplikasi bahkan kematian di samping beban ekonomi dan biaya yang tinggi. WHO memprediksikan kenaikan pasien diabetes tipe dua di Indonesia sebesar 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi 21,3 juta pada tahun 2010. “Karena itu kepedulian masyarakat tentang diabetes harus ditingkatkan. Karena risiko diabetes didalam keluarga sangat besar mengingat diabetes juga didapat diturunkan melalui gen dan lingkungan,” kata dia.

Namun, di sisi lain masyarakat tidak perlu terancam dengan keberadaan penyakit diabetes. Saat ini pengobatan herbal dan terapi diabetes dapat menjadi alternatif bagi penderita selain terapi sel punca yang akan segera tersedia. Indonesia menurutnya sangat kaya dengan berbagai macam bahan alamiah yang dapat diolah dan nantinya dapat menjadi material kimia yang penting.

Perkembangan pengobatan dan penemuan mutakhir dibidang diabetes terus terjadi. Yang terbaru, pemeriksaan kadar gula darah yang dulu menggunakan glukosentrik kini mengalami perubahan dengan menggunakan HbA1C (Hemaglobin tipe A1C). Pemeriksaan yang kini lebih dikenal dengan A1C tersebut merupakan suatu pemeriksaan gula darah yang dapat menggambarkan rata-rata kadar gula darah dalam waktu 2-3 bulan sebelumnya.

Nilai A1C yang dianggap baik adalah 6,5 persen (6 persen-7 persen). “Walaupun begitu saya mengimbau agar semua memulai pola hidup sehat dan normal agar terhindar dari penyakit,” ujar dia. (zul)

Referensi : www.jpnn.com

Leave a Comment